Jumat, 22 Oktober 2010

Resistor dan Potensiometer

Resistor dan Potensiometer


Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut. Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).

gambar : resistor

Bentuk resistor yang umum adalah seperti tabung dengan dua kaki di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk cincin kode warna untuk mengetahui besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah.
gambar : simbol resistor

Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R "Ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance .

Kode Warna
gambar : Tabel Warna

Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi ( tahanan ) dari resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka perkalian dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas dan Perak. Warna hitam untuk angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka 3, kuning untuk angka 4, hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9. Sedangkan warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu emas nilai toleransinya 10 %, sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.

Cara cepat Menghafal kode warna adalah :
Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Violet, Abu-abu, Perak, Putih = Hi-Co-M-O-K-Hi-Bi-Vi-A-Pe-P



Potensiometer

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Potensiometer
Potentiometer.jpg
Potensiometer satu putaran yang umum
Simbol Potentiometer symbol Europe.svg (EU)
Potentiometer symbol.svg(US)
Tipe Komponen pasif
Kategori Komponen resistif
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel.[1] Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
Konstruksi dari potensiometer gulungan kawat: # Elemen resistif # Badan # Penyapu (wiper) # Sumbu # Sambungan tetap #1 # Sambungan penyapu # Cincin # Baut # Sambungan tetap #2
Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

Konstruksi potensiometer

Sebuah potensiometer biasanya dibuat dari sebuah unsur resistif semi-lingkar dengan sambungan geser (penyapu). Unsur resistif, dengan terminal pada salah satu ataupun kedua ujungnya, berbentuk datar atau menyudut, dan biasanya dibuat dari grafit, walaupun begitu bahan lain mungkin juga digunakan sebagai gantinya. Penyapu disambungkan ke terminal lain. Pada potensiometer panel, terminal penyapu biasanya terletak ditengah-tengah kedua terminal unsur resistif. Untuk potensiometer putaran tunggal, penyapu biasanya bergerak kurang dari satu putaran penuh sepanjang kontak. Potensiometer "putaran ganda" juga ada, elemen resistifnya mungkin berupa pilinan dan penyapu mungkin bergerak 10, 20, atau lebih banyak putaran untuk menyelesaikan siklus. Walaupun begitu, potensiometer putaran ganda murah biasanya dibuat dari unsur resistif konvensional yang sama dengan resistor putaran tunggal, sedangkan penyapu digerakkan melalui gir cacing. Disamping grafit, bahan yang digunakan untuk membuat unsur resistif adalah kawat resistansi, plastik partikel karbon dan campuran keramik-logam yang disebut cermet. Pada potensiometer geser linier, sebuah kendali geser digunakan sebagai ganti kendali putar. Unsur resistifnya adalah sebuah jalur persegi, bukan jalur semi-lingkar seperti pada potensiometer putar. Potensiometer jenis ini sering digunakan pada peranti penyetel grafik, seperti ekualizer grafik. Karena terdapat bukaan yang cukup besar untuk penyapu dan kenob, potensiometer ini memiliki reliabilitas yang lebih rendah jika digunakan pada lingkungan yang buruk.
Potensiometer tersedia dengan relasi linier ataupun logaritmik antara posisi penyapu dan resistansi yang dihasilkan (hukum potensiometer atau "taper").
Pembuat potensiometer jalur konduktif menggunakan pasta resistor polimer konduktif yang mengandung resin dan polimer, pelarut, pelumas dan karbon. Jalur dibuat dengan melakukan cetak permukaan papua pada substrat fenolik dan memanggangnya pada oven. Proses pemanggangan menghilangkan seluruh pelarut dan memungkinkan pasta untuk menjadi polimer padat. Proses ini menghasilkan jalur tahan lama dengan resistansi yang stabil sepanjang operasi.
Pengetrim pasang PCB atau "trimpot", ditujukan untuk pengaturan yang jarang dilakukan

Potensiometer linier

Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya.. Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat layar osiloskop.

Potensiometer logaritmik

Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.
Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum logaritma. [2] Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal.
Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume.

Dioda

Dioda
Foto dari dioda, menunjukkan kristal semikonduktor berbentuk kubus
Foto dari dioda semikonduktor
Simbol Simbol dioda
Simbol dioda tabung hampa
Tipe Komponen aktif
Kategori Semikonduktor (dioda kristal)
Tabung hampa (dioda termionik)
Penemu Frederick Guthrie (1873) (dioda termionik)
Karl Ferdinand Braun (1874) (dioda kristal)
Berbagai dioda semikonduktor, bawah adalah penyearah jembatan
Struktur dari dioda tabung hampa
Dalam elektronika, dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda varikap (VARIable CAPacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator terkendali tegangan.
Sifat kesearahan yang dimiliki sebagian besar jenis dioda seringkali disebut karakteristik menyearahkan. Fungsi paling umum dari dioda adalah untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam suatu arah (disebut kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (disebut kondisi panjar mundur). Karenanya, dioda dapat dianggap sebagai versi elektronik dari katup pada transmisi cairan.
Dioda sebenarnya tidak menunjukkan kesearahan hidup-mati yang sempurna (benar-benar menghantar saat panjar maju dan menyumbat pada panjar mundur), tetapi mempunyai karakteristik listrik tegangan-arus taklinier kompleks yang bergantung pada teknologi yang digunakan dan kondisi penggunaan. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.
Awal mula dari dioda adalah peranti kristal Cat's Whisker dan tabung hampa (juga disebut katup termionik). Saat ini dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.

Sejarah

Walaupun dioda kristal (semikonduktor) dipopulerkan sebelum dioda termionik, dioda termionik dan dioda kristal dikembangkan secara terpisah pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari dioda termionik ditemukan oleh Frederick Guthrie pada tahun 1873[1] Sedangkan prinsip kerja dioda kristal ditemukan pada tahun 1874 oleh peneliti Jerman, Karl Ferdinand Braun[2].
Pada waktu penemuan, peranti seperti ini dikenal sebagai penyearah (rectifier). Pada tahun 1919, William Henry Eccles memperkenalkan istilah dioda yang berasal dari di berarti dua, dan ode (dari ὅδος) berarti "jalur".

Prinsip kerja

Prinsip kerja dioda termionik ditemukan kembali oleh Thomas Edison pada 13 Februari 1880 dan dia diberi hak paten pada tahun 1883 (U.S. Patent 307031), namun tidak dikembangkan lebih lanjut. Braun mematenkan penyearah kristal pada tahun 1899[3]. Penemuan Braun dikembangkan lebih lanjut oleh Jagdish Chandra Bose menjadi sebuah peranti berguna untuk detektor radio.

Penerima radio

Penerima radio pertama yang menggunakan dioda kristal dibuat oleh Greenleaf Whittier Pickard. Dioda termionik pertama dipatenkan di Inggris oleh John Ambrose Fleming (penasihat ilmiah untuk Perusahaan Marconi dan bekas karyawan Edison[4]) pada 16 November 1904 (diikuti oleh U.S. Patent 803684 pada November 1905). Pickard mendapatkan paten untuk detektor kristal silikon pada 20 November 1906 (U.S. Patent 836531).

Dioda termionik

Simbol untuk dioda tabung hampa pemanasan taklangung, dari atas kebawah adalah anoda, katoda dan filamen pemanas
Dioda termionik adalah sebuah peranti katup termionik yang merupakan susunan elektroda-elektroda di ruang hampa dalam sampul gelas. Dioda termionik pertama bentuknya sangat mirip dengan bola lampu pijar.
Dalam dioda katup termionik, arus listrik yang melalui filamen pemanas secara tidak langsung memanaskan katoda (Beberapa dioda menggunakan pemanasan langsung, dimana filamen wolfram berlaku sebagai pemanas sekaligus juga sebagai katoda), elektroda internal lainnya dilapisi dengan campuran barium dan strontium oksida, yang merupakan oksida dari logam alkali tanah. Substansi tersebut dipilih karena memiliki fungsi kerja yang kecil. Bahang yang dihasilkan menimbulkan pancaran termionik elektron ke ruang hampa. Dalam operasi maju, elektroda logam disebelah yang disebut anoda diberi muatan positif jadi secara elektrostatik menarik elektron yang terpancar.
Walaupun begitu, elektron tidak dapat dipancarkan dengan mudah dari permukaan anoda yang tidak terpanasi ketika polaritas tegangan dibalik. Karenanya, aliran listrik terbalik apapun yang dihasilkan dapat diabaikan.
Dalam sebagian besar abad ke-20, dioda katup termionik digunakan dalam penggunaan isyarat analog, dan sebagai penyearah pada pemacu daya. Saat ini, dioda katup hanya digunakan pada penggunaan khusus seperti penguat gitar listrik, penguat audio kualitas tinggi serta peralatan tegangan dan daya tinggi.

Dioda semikonduktor

Sebagian besar dioda saat ini berdasarkan pada teknologi pertemuan p-n semikonduktor. Pada dioda p-n, arus mengalir dari sisi tipe-p (anoda) menuju sisi tipe-n (katoda), tetapi tidak mengalir dalam arah sebaliknya.
Tipe lain dari dioda semikonduktor adalah dioda Schottky yang dibentuk dari pertemuan antara logam dan semikonduktor (sawar Schottky) sebagai ganti pertemuan p-n konvensional.

Karakteristik arus–tegangan

Karakteristik arus–tegangan dari dioda, atau kurva I–V, berhubungan dengan perpindahan dari pembawa melalui yang dinamakan lapisan penipisan atau daerah pemiskinan yang terdapat pada pertemuan p-n diantara semikonduktor. Ketika pertemuan p-n dibuat, elektron pita konduksi dari daerah N menyebar ke daerah P dimana terdapat banyak lubang yang menyebabkan elektron bergabung dan mengisi lubang yang ada, baik lubang dan elektron bebas yang ada lenyap, meninggalkan donor bermuatan positif pada sisi-N dan akseptor bermuatan negatif pada sisi-P. Daerah disekitar pertemuan p-n menjadi dimiskinkan dari pembawa muatan dan karenanya berlaku sebagai isolator.
Walaupun begitu, lebar dari daerah pemiskinan tidak dapat tumbuh tanpa batas. Untuk setiap pasangan elektron-lubang yang bergabung, ion pengotor bermuatan positif ditinggalkan pada daerah terkotori-n dan ion pengotor bermuatan negatif ditinggalkan pada daerah terkotori-p. Saat penggabungan berlangsung dan lebih banyak ion ditimbulkan, sebuah medan listrik terbentuk didalam daerah pemiskinan yang memperlambat penggabungan dan akhirnya menghentikannya. Medan listrik ini menghasilkan tegangan tetap dalam pertemuan.

Jenis-jenis dioda semikonduktor

Kemasan dioda sejajar dengan simbolnya, pita menunjukkan sisi katoda
Beberapa jenis dioda
Ada beberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran geometrik, tingkat pengotoran, jenis elektroda ataupun jenis pertemuan, atau benar-benar peranti berbeda seperti dioda Gunn, dioda laser dan dioda MOSFET.

Dioda biasa

Beroperasi seperti penjelasan di atas. Biasanya dibuat dari silikon terkotori atau yang lebih langka dari germanium. Sebelum pengembangan dioda penyearah silikon modern, digunakan kuprous oksida (kuprox)dan selenium, pertemuan ini memberikan efisiensi yang rendah dan penurunan tegangan maju yang lebih tinggi (biasanya 1.4–1.7 V tiap pertemuan, dengan banyak lapisan pertemuan ditumpuk untuk mempertinggi ketahanan terhadap tegangan terbalik), dan memerlukan benaman bahang yang besar (kadang-kadang perpanjangan dari substrat logam dari dioda), jauh lebih besar dari dioda silikon untuk rating arus yang sama.

Dioda bandangan

Dioda yang menghantar pada arah terbalik ketika tegangan panjar mundur melebihi tegangan dadal dari pertemuan P-N. Secara listrik mirip dan sulit dibedakan dengan dioda Zener, dan kadang-kadang salah disebut sebagai dioda Zener, padahal dioda ini menghantar dengan mekanisme yang berbeda yaitu efek bandangan. Efek ini terjadi ketika medan listrik terbalik yang membentangi pertemuan p-n menyebabkan gelombang ionisasi pada pertemuan, menyebabkan arus besar mengalir melewatinya, mengingatkan pada terjadinya bandangan yang menjebol bendungan. Dioda bandangan didesain untuk dadal pada tegangan terbalik tertentu tanpa menjadi rusak. Perbedaan antara dioda bandangan (yang mempunyai tegangan dadal terbalik diatas 6.2 V) dan dioda Zener adalah panjang kanal yang melebihi rerata jalur bebas dari elektron, jadi ada tumbukan antara mereka. Perbedaan yang mudah dilihat adalah keduanya mempunyai koefisien suhu yang berbeda, dioda bandangan berkoefisien positif, sedangkan Zener berkoefisien negatif.

[sunting] Dioda Cat's whisker

Ini adalah salah satu jenis dioda kontak titik. Dioda cat's whisker terdiri dari kawat logam tipis dan tajam yang ditekankan pada kristal semikonduktor, biasanya galena atau sepotong batu bara[5]. Kawatnya membentuk anoda dan kristalnya membentuk katoda. Dioda Cat's whisker juga disebut dioda kristal dan digunakan pada penerima radio kristal.

Dioda arus tetap

Ini sebenarnya adalah sebuah JFET dengan kaki gerbangnya disambungkan langsung ke kaki sumber, dan berfungsi seperti pembatas arus dua saluran (analog dengan Zener yang membatasi tegangan). Peranti ini mengizinkan arus untuk mengalir hingga harga tertentu, dan lalu menahan arus untuk tidak bertambah lebih lanjut.

Esaki atau dioda terobosan

Dioda ini mempunyai karakteristik resistansi negatif pada daerah operasinya yang disebabkan oleh quantum tunneling, karenanya memungkinkan penguatan isyarat dan sirkuit dwimantap sederhana. Dioda ini juga jenis yang paling tahan terhadap radiasi radioaktif.

Dioda Gunn

Dioda ini mirip dengan dioda terowongan karena dibuat dari bahan seperti GaAs atau InP yang mempunyai daerah resistansi negatif. Dengan panjar yang semestinya, domain dipol terbentuk dan bergerak melalui dioda, memungkinkan osilator gelombang mikro frekuensi tinggi dibuat.

Penggunaan

Demodulasi radio

Penggunaan pertama dioda adalah demodulasi dari isyarat radio modulasi amplitudo (AM). Dioda menyearahkan isyarat AM frekuensi radio, meninggalkan isyarat audio. Isyarat audio diambil dengan menggunakan tapis elektronik sederhana dan dikuatkan.

Pengubahan daya

Penyearah dibuat dari dioda, dimana dioda digunakan untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah. Contoh yang paling banyak ditemui adalah pada rangkaian adaptor. Pada adaptor, dioda digunakan untuk menyearahkan arus bolak-balik menjadi arus searah. Sedangkan contoh yang lain adalah alternator otomotif, dimana dioda mengubah AC menjadi DC dan memberikan performansi yang lebih baik dari cincin komutator dari dinamo DC.

Kamis, 14 Oktober 2010

141010

kamis 141010 pagi ini terasa amat berbeda karena pd hari ini saya berulang tahun ke 17. sampai diskolah sekitar jam 8, saya menemui teman-teman di luar karena hri ini libur. teman-teman banyak yg mengucapkan selamat ultah kpd saya.
waktu berjalan terus hingga menunjukan pukul 12:00 wib, waktunya untuk sholat. setelah sholat, saya diminta untuk membeli gorengan dan sebungkus rokok. setelah selesai, saya dipanggil ke kantin belakang oleh guru itu, dan rupanya disana sudah ada shofi yg sedang duduk berdua dengan guru itu.
saya disuruh duduk disebelah shofi dan disuruh untuk ngomong, saya tdk tau harus ngomong apa, karena saya jg telah mengucapakan slmt ultah kpd shofi yg kebetulan lahirnya bareng. suasana semakin ramai krn teman2 bnyk yg datang melihat kejadian ini. saya disuruh untk menyatakan perasaan saya kpd shofi. saya bingung harus berbuat apa, dan akhirnya saya melakukan hal tsb. setelah itu shofi bingung dan terlihat malu krn pernyataan saya itu, saya cukup lama untk menunggu jawaban drinya dan akhirnya kita resmi jadian. i love you shofiyah mujahidah...141010

Minggu, 10 Oktober 2010

PENTINGNYA MOTIVASI


Suatu hari Charles Chaplin,mengundang sang genius, Albert Enstein, beserta istrinya untuk makan malam bersama dirumah Charles. Enstein termasuk salah seorang penggemar musik biola. Karena itu, Charles memanggil empat orang pemain biola professional. Mereka diminta bermain buat tamunya seusai santap malam. Kepada Enstein juga diserahkan sebuah biola, supaya ikut bermain bersama mereka. Enstein benar-benar ikut memainkan biola bersama mereka. Sayangnya, para pemain biola itu nampak kurang semangat. Apa pasal? Permainan biola Enstein jelek. Setelah memainkan beberapa lagu, para pemain biola meminta Enstein agar tidak ikut main untuk beberapa saat. Sebab, Enstein dipandang hanya merusak permainan mereka. Akhirnya Enstein duduk di sisi istrinya. Dia seorang wanita lembut yang penuh kasih. Ia perlakukan Enstein seperti memperlakukan buah hatinya. Ia bangga betul menjadi pendamping Enstein. Sang genius merengek seperti bocah ingusan.ia bertanya-tanya, kapan diberi kesempatan untuk bermain lagi? Sang istri membelai tangan Enstein penuh kasih, memberi semangat. Cukup terdengar suaranya ia berkata,”tidak perlu lagi engkau bermain. Engkau telah bermain jauh lebih bagus daripada mereka semua.”

Charles Chaplin dan para tamunya yg menyaksikan peristiwa itu kaget bukan kepalang.mereka tidak mengira orang segenius Enstein masih membutuhkan semangat dari sang istri, dengan mengatakan ia telah bermain biola dengan sangat baik,membuat ia bangga. Hal ini sangat wajar karena setiap manusia perlu mendapatkan dorongan semangat agar mapu menjalankan kehidupan ini.

Kamis, 07 Oktober 2010

Garuda Kami Disini Tetap Bangga

Friendly Match Indonesia Vs Uruguay sudah didepan mata, rencana yang sudah disiapkan dari jauh – jauh hari sebelumnya pertandingan tersebut akan digelar pada hari Jumat 8 Oktober 2010 di stadion Gelora Bung Karno Jakarta mulai pukul 19.00 WIB.

Dari kemarin team Uruguay sudah tiba di Jakarta, dan pagi ini dijadwalkan latihan tertutup di stadion Sumantri Brodjonegoro, Jakarta. Kedatangan Uruguay kali ini merupakan lawatan yang kedua kalinya ke Indonesia. Pertama kali Uruguay datang dan melakukan pertandingan melawan Indonesia pada tahun 1974 di Stadion Gelora Bung Karno, yang dahulu bernama Stadion Utama Senayan.

Dengan adanya fakta tersebut Crew JO penasaran ingin tahu lebih jauh bagaimana cerita saat itu, “GARUDA” begitu perkasa menaklukan team Uruguay. Masih dalam kesempatan saat sedang melakukan liputan untuk melihat perkembangan young tigers, Crew JO berhasil mengorek cerita indah tersebut dari saksi hidup yang menjadi pemain saat mengalahkan Uruguay.

Iya dia adalah Ronny Paslah legenda hidup Persija dan Indonesia yang kini termasuk salah satu jajaran pelatih Young Tigers. Om Ronny-demikian sapaan akrab para pemain U-21 Persija-adalah salah satu anggota tim nasional 1974 yang pada saat itu berkesempatan menjajal Uruguay di Stadion Utama Senayan, Jakarta dan Timnas kita pun menang 2-1.

Om Ronny bercerita bahwa pada saat itu menjadi pemain tim nasional adalah suatu kebanggan, tampil dengan garuda di dada adalah penghargaan tertinggi pemain sepakbola pada masa itu, “kami saat itu sangat fresh dan siap secara mental dan fisik dan kami pun sudah sangat menyatu karena sudah lama main bersama” ungkap om Ronny kepada Crew JO.

Om Ronny saat itu membela Indonesia saat 'Garuda' sedang menjadi macannya asia, pemain-pemain seperti Sutan Harhara, Iswadi Idris, Ronny Pattinasarani, Risdianto dan Andjas Asmara adalah andalan sang Garuda, dan tentu saja andalan tim Persija Jakarta yang kala itu megalami masa kejayaannya dengan meraih 9 gelar Perserikatan Divisi Utama.

Tak heran saat itu Persija dijuluki sebagai miniatur Tim Nasional Indonesia. Saat ini Om Ronny menjadi pelatih kiper di Persija U-21, beliau selalu berpesan kepada para macan muda agar tetap menjaga semangat bermain dan selalu disiplin dalam menjaga fisik karena semua yang dilihat mustahil akan menjadi kenyataan bila kita mau berusaha, serta untuk timnas merah putih yang akan bertanding melawan Uruguay, Om Ronny berpesan bermainlah dengan rasa bangga, bermain karena kecintaan yang lebih kepada Indonesia, Merah Putih dan Garuda yang selalu ada di dada

Formasi Timnas Lawan Uruguay Diubah

Formasi timnas Indonesia untuk menghadapi Timnas Uruguay pada pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/10,) diubah seiring batal bermainnya pemain keturunan.

Pada awal persiapan tim pelatih Alfred Riedl akan menurunkan tiga pemain keturunan asal Belanda yaitu John van Beukering (striker), Rafael Guilero (gelandang) dan Tobias Waisapy.

"Latihan kali ini terpaksa kami merubah formasi. Kondisi ini jelas terlambat karena pertandingan sudah dekat," kata pelatih timnas Alfred Riedl usai latihan di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis.

Sebelumnya mantan pelatih Timnas Laos itu menetapkan dua formasi yaitu 4-4-2 dan 4-2-3-1. Pada latihan terakhir menjelang pertandingan menerapkan formasi 4-5-1 dan 4-4-1-1.

Di lini depan yang sebelum diplot oleh Bambang Pamungkas dan John van Beukering terpaksa pada pertandingan nanti akan dilepas sendirian dan didukung oleh Boaz Salosaa yang tepat berada dibelakang pemain asal Persija Jakarta itu.

Dengan kondisi saat ini pelatih Alfred Riedl mengaku cukup kecewa, apalagi formasi lama yang didukung dengan pemain keturunan cukup solid dan diyakini mampu membendung serangan dari Luis Suarez dan kawan-kawan.

"Padahal mereka sudah siap diturunkan pada pertandingan nanti. Jelas kondisi ini akan mempengaruhi tim apalagi banyak pemain kami cidera," kata Riedl dengan serius.

Ia menjelaskan, meski pemain keturunan batal diturunkan pihaknya optimistis timnas mampu memberikan perlawanan pada tim semifinalis Piala Dunia 2010 itu karena selama selama latihan telah menunjukkan peningkatan.

"Instruksi bisa diaplikasikan pemain. Pola menyerang dan bertahan berjalan dengan baik meski diperlukan kerja keras," kata pelatih asal Austria iti.

Berdasarkan formasi latihan terakhir menjelang pertandingan melawan anak asuh Oscar Tabarez, Alfred Riedl cenderung menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan menurunkan Markus Haris Maulana (k), M. Ridwan, Nova Arianto, Maman Abdurahman, M. Nasuha, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Atep, Benny Wahyudi, Boaz Salossa dan Bambang Pamungkas.

Senin, 04 Oktober 2010

Mari Dukung Team Merah Putih

Monday, 04 October 2010
JakOnline-Publik Masyarakat Sepakbola Jakarta akan kembali disuguhkan Laga Sepakbola Internasional berlabel “Friendly Game” antara Team Nasional Indonesia yang akan menantang semifinalis Piala Dunia 2010, Team Nasional Uruguay yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta pada hari Jumat 8 Oktober 2010 yang menurut  ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN) sudah disahkan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) sehingga jadwal laga ini juga sudah dirilis oleh FIFA  sebagai agenda laga internasional, sebagai wasit yang akan memimpin jalannya laga pertandingan persahabatan ini nanti kabarnya akan diminta bantuan dari Federasi Sepakbola Singapura.

Dua penyerang kelas dunia akan mewarnai laga persahabatan antara Indonesia kontra Uruguay pada laga Jumat malam nanti, penyerang itu adalah Diego Forlan dan Luis Suarez. Diego Forlan sendiri adalah penyerang tim nasional Uruguay yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 2010. Ia sukses mengantarkan negaranya ke posisi empat di ajang Piala Dunia 2010 yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu.

Persija Jakarta sendiri sebagai team dari Jakarta, kota dimana laga ini akan digelar juga mempunyai beberapa pemain yang nantinya akan masuk ke dalam squad “Merah Putih” Tim Nasional Indonesia saat melawan tim Nasional Uruguay nanti, mereka adalah Bambang Pamungkas, M. Nasuha & Toni Sucipto yang akan bergabung dengan pemain-pemain pilihan pelatih tim nasional Indonesia asal Austria, Alfred Riedl yang telah menangani timnas Indonesia sejak bulan Maret 2010 yang lalu, pertandingan ini sendiri nantinya akan disiarkan secara langsung oleh 2 stasiun televisi swasta nasional mulai pukul 19.30 sedangkan untuk tiket telah tersedia melalui ticketing online dan juga pembelian langsung melalui loket di hari pertandingan.

Informasi Harga Tiket Pertandingan :
Ekonomi: Rp 75.000 (Tersedia 20.000 lembar tiket)
Kelas II: Rp 150.000 (Tersedia 15.000 lembar tiket)
Kelas I : 300.000 (Tersedia 23.000 lembar tiket) Sayap Kiri/Kanan Barat dan Vip Timur
VIP Barat: 500.000 (Tersedia 4.000 lembar tiket)
VVIP: Rp 2.000.000 (Tersedia 200 lembar tiket)
Tim Nasional Uruguay sendiri kabarnya akan tiba di Indonesia pada hari Rabu, 6 Oktober 2010 dan akan melakukan latihan tertutup di stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan Jakarta Selatan.
Mari Kita Dukung Team Nasional Indonesia.